Syarat Poligami dalam Islam, Mana yang Sulit?

  • Whatsapp
syarat poligami dalam Islam
dok: unsplash

Ada syarat poligami dalam Islam yang harus dipenuhi ketika seorang pria memutuskan menikah lebih dari satu istri.

Mayoritas ulama sepakat bahwa poligami hingga batas maksimal 4 istri adalah perkara yang disyariatkan di dalam Islam.

Adapun dasar pensyariatannya, di antaranya adalah QS. An-Nisa’, ayat 3.

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. … (QS. An-Nisa’: 3)

Meski poligami termasuk perkara yang disyariatkan di dalam Islam, bukan berarti otomatis menjadi suatu hal yang dianjurkan. Para ulama fiqih menetapkan bahwa hukum berpoligami sebagai hukum asal berkisar antara mubah atau khilaf aula. Mubah bermakna suatu yang boleh saja untuk dilakukan. Sedangkan khilaf aula bermakna suatu yang boleh, namun lebih baik tidak dilakukan.

Berpoligami termasuk perbuatan yang memiliki resiko untuk seorang suami jatuh pada perbuatan yang diharamkan, yaitu tidak bisa berlaku adil terhadap istri- istrinya.

Namun jika memang sang suami bisa berlaku adil, maka boleh saja untuk melakukan poligami. Dan atas dasar adanya resiko ini, maka berpoligami tidaklah dianjurkan untuk dilakukan.

Apalagi, apabila hal itu terjadi dalam kondisi normal, di mana seorang laki-laki sudah dapat menjaga kehormatan dirinya dengan menikahi seorang perempuan. Adapun dalam kondisi tertentu, maka poligami bisa dihukumi secara berbeda sebagaimana hukum nikah itu sendiri.

Sebagai suatu perbuatan yang beresiko untuk jatuh kepada pelanggaran syariat, maka seseorang yang hendak berpoligami mesti memenuhi syarat kebolehannya. Faktor memilih jodoh Islam pun jangan dikesampingkan.

Apa saja syarat-syarat tersebut? Berikut menurut buku “Silsilah Tafsir Ayat Ahkam QS. Annisa:3” karya Ustaz Isnan Ansory Lc. MA., :

Mampu Secara Harta

Terkait hal ini, Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat An-Nur ayat 33.

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya (QS. An-Nur: 33)

Tidak Lebih Dari 4 Orang Istri

Memang ada batasan jumlah istri dalam Islam ketika seseorang pria berpoligami. Hal ini berlandaskan atas firman Allah SWT sebagai berikut:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. … (QS. An-Nisa’: 3)

Dapat Berlaku Adil

Dasar penetapan syarat poligami dalam Islam untuk yang satu ini, selain QS. An -Nisa’ ayat 3 dan 129, juga berdasarkan hadits berikut:

Dari Abu Hurairah: Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – bersabda: “Barang siapa yang memiliki dua orang istri dan dia lebih condong kepada salah seorang di antara mereka maka dia akan datang pada Hari Kiamat dalam keadaan salah satu sisinya miring.” (HR. Nasa’i dan Hakim)

Sedangkan maksud adil dalam syarat ini adalah adil dalam pembagian nafkah. Di dalam al -Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, dijelaskan maksud adil dalam sistem poligami: Menyamakan hak-hak para istri dalam masalah qasam (kesmpat tinggal serumah), nafkah dan
kiswah (pakaian).

Di samping ketiga syarat di atas yang juga diakui dan diadopsi di dalam Kompilasi Hukum Islam yang berlaku di NKRI, pemangku kebijakan di negeri ini juga menambahkan dua syarat lainnya yang bersifat perdata. Yaitu izin tertulis dari pengadilan agama dan persetujuan tertulis dari istri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *