Sholat Tahajud Adalah: Pengertian, Dalil-dalil dan Jumlah Rakaat

  • Whatsapp
dok: unsplash

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah bangun dari tidur. Sholat ini juga termasuk bagian dari qiyamullail atau mendirikan malam dengan ibadah.

Imam an-Nawawi ra. seorang ulama besar madzhab Syafi’i menyebutkan definisi sholat tahajud sebagai berikut:

Read More

Para ulama mengatakan bahwa sholat tahajud adalah sholat sunnah pada malam hari setelah bangun dari tidur.

Imam ar-Ramli rahimahullah seorang ulama besar madzhab Syafi’i juga menyebutkan definisi sholat tahajjud sebagai berikut:

Sholat tahajud adalah sholat sunnah pada malam hari setelah tidur.

Dalil

Disebutkan dapat buku “Sholat-Sholat Sunnah” karya Muhammad Ajib Lc., MA. Ada beberapa dalil yang menunjukkan tentang kesunnahan untuk mengerjakan sholat tahajud. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Dalil pertama adalah al-Quran surat al-Isra’ ayat 79:

Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah sunnah tambahan bagimu. mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’ : 79).

Dalil kedua hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra beliau berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat sunnah malam. (HR. Muslim)

Dalil ketiga misalnya yang diriwayatkan hadits oleh Imam al-Hakim di bawah ini:

Dari Abu Umamah al-Baahiliy radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Kerjakanlah shalat sunnah malam, sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang -orang sholih sebelum kalian. Shalat malam itu termasuk bentuk taqarub kepada Allah SWT, dapat menghapus dosa dan mencegah perbuatan dosa. (HR. al-Hakim)

Dalil keempat. Dari Asma’ binti Yazid radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Pada hari kiamat (akhirat) seluruh manusia dikumpulkan di satu tempat. Kemudian ada yang memanggil: “Manakah orang yang dulu lambungnya jauh dari tempat tidurnya (ibadah malam)? Lalu mereka berdiri dan jumlah mereka sedikit. Lalu mereka masuk surga tanpa hisab”. (HR. al-Baihaqi)

Dalil kelima hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi di bawah ini:

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, Sebarankanlah salam (mengucapkan salam), berikanlah makanan (sadaqah) dan sholatlah ketika orang-orang sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan selamat”. (HR. at-Tirmidzi)

Hukum

Ulama telah sepakat mengenai kesunnahan sholat tahajud. Mayoritas ulama mengatakan bahwa sholat tahajjud itu hukumnya adalah sunnah mu’akkadah. Sunnah yang kalo bisa jangan sampai ditinggalkan.

Imam an-Nawawi ra. seorang ulama besar madzhab Syafi’i menyebutkan sebagai berikut:

Adapun hukum shalat qiyamullail (tahajjud) adalah sunnah mu’akkadah.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah (w. 974 H) seorang ulama yang bermadzhab syafi’i mengatakan sebagai berikut:

Disunnahkan shalat tahajud berdasarkan ijma’ para ulama. Shalat tahajud adalah shalat sunnah pada malam hari setelah bangun dari tidur.

Imam ar-Ramli rahimahullah (w. 676 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy juga menyebutkan hal yang sama.

Disunnahkan mengerjakan shalat tahajjud berdasarkan ijma’ ulama. Dan berdasarkan firman Allah “Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah sunnah tambahan bagimu”. Dan juga sebab Nabi shallallahu alaihi wasallam selalu melakukannya. Shalat tahajjud ini adalah shalat sunnah pada malam hari setelah tidur.43

Jumlah Rakaat

Para ulama sepakat bahwa jumlah rakaat sholat tahajud paling sedikit adalah 2 rakaat.

Adapun paling banyak jumlah rakaat sholat tahajud ada khilafiyah diantara para ulama.

Mazhab Hanafi berpendapat maximal 8 rakaat. Madzhab Maliki berpendapat maximal 10 atau 12 rakaat. Madzhab Syafi’iy dan Hanbali berpendapat tidak ada batasan untuk jumlah rakaatnya.

Imam ar-Ramli rahimahullah seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan sebagai berikut:

Disunnahkan mengerjakan sholat tahajud berdasarkan ijma’ ulama. Berdasarkan firman Allah, “Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah sunnah tambahan bagimu”.

Dan juga sebab Nabi SAW selalu melakukannya. Shalat tahajjud ini adalah shalat sunnah pada malam hari setelah tidur.

Tidak ada batasan untuk shalat mutlaq, yaitu shalat yang tidak terikat dengan waktu dan sebab. Maksudnya adalah shalat ini tidak ada batasan untuk jumlah rakaatnya.

Jadi intinya sholat tahajjud itu tidak ada batasan mengenai jumlah maximal rakaatnya. Sebab tahajjud itu adalah termasuk bagian dari shalat mutlaq.

Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Syaikh Nawawi al-Bantani ra. seorang ulama besar madzhab Syafi’iy asal nusantara (Tanara, Banten) yang menyebutkan sebagai berikut:

Diantara yang termasuk shalat mutlaq adalah shalat qiyamullail, jika dilaksanakan setelah tidur maka disebut dengan shalat tahajjud walaupun tidurnya di waktu setelah maghrib dan setelah shalat isya’ secara jamak taqdim.46

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan sholat tahajud terbentang luas antara sholat isya’ sampai datang waktu shalat shubuh. Dengan syarat dikerjakan setelah selesai melaksanakan shalat isya’ dan setelah tidur walaupun hanya sejenak.

Syaikh asy-Syibromalisi ra seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’i menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

Waktu sholat tahajud adalah ketika masuk waktu shalat isya’ dan setelah mengerjakan shalat isya’ sampai terbitnya fajar waktu shubuh. Dan tidak cukup hanya sekedar masuk waktu isya’ tanpa mengerjakan shalat isya dulu beda dengan pendapat Imam Zakariya al-Anshari di sebagian kitabnya. Dan disyaratkan juga dilakukan setelah bangun tidur.

Jika dikerjakan di masjid, ada baiknya diawali dengan sholat tahiyatul masjid. Lebih afdal juga, untuk mengerjakan shalat tahajud di waktu sepertiga malam yang akhir. Hal ini berdasarkan hadits shahih di bawah ini:

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Nabi Muhammad SA bersabda: Allah Tabaaraka wa ta’aala turun ke langit dunia ketika waktu sepertiga malam yang akhir dan berkata: “siapa yang berdoa kepadaku maka aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaku maka akan aku beri dan siapa yang meminta ampun kepadaku maka akan aku ampuni”.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *