Sholat Syuruq: Dalil, Waktu Pengerjaan dan Perbedaan dengan Dhuha

  • Whatsapp
sholat syuruq
dok: unsplash

Sholat syuruq adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit. Nama lain dari sholat sunnah jenis ini adalah sholat isyraq.

Dalil

Ada sejumlah hadits shahih yang menganjurkan kita untuk melaksanakan sholat syuruq ini. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi.

Read More

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa sholat shubuh secara berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia sholat 2 rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna. (HR. at-Tirmidzi)

Hukum

Mayoritas ulama mengatakan bahwa shalat syuruq hukumnya adalah sunnah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa jumlah rakaatnya adalah 2 rakaat.

Orang yang mengerjakan sholat isyraq akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah. Namun dengan beberapa syarat. Diantaranya:

  1. Sholat shubuh berjamaah
  2. Berdzikir hingga matahari terbit
  3. Sholat sunnah isyraq 2 rakaat

Apakah Sholat Syuruq Itu Sholat Dhuha

Dalam buku “33 Jenis Sholat Sunnah” karya Ustaz Muhammad Ajib Lc., MA. Para ulama berbeda pendapat mengenai hakikat sholat syuruq. Diantara ulama ada yang mengatakan sholat syuruq itu adalah sholat dhuha di awal waktu. Ada juga yang mengatakan sholat isyraq itu bukan sholat dhuha.

Berikut ini kami sebutkan beberapa pandangan para ulama salaf mengenai shalat isyraq.

Imam Zakariya al-Anshari, seorang ulama besar madzhab Syafi’i mengatakan sebagai berikut:

Imam al-Hakim menyebutkan sebuah hadits dalam kitab al-Mustadrak, dari sahabat Ibnu Abbas ra bahwa sholat isyraq adalah shalat awwabin. Dan sholat awwabin itu adalah sholat dhuha.

Imam Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah, seorang ulama besar madzhab Syafi’i menyebutkan juga sebagai berikut:


Imam al-Ghazali mengatakan bahwa sholat isyraq bukan sholat dhuha. Waktunya ketika matahari sudah naik setinggi tombak. Menurutku apa yang dikatakan imam al-Ghazali ini perlu diteliti lagi. Sebab dalam kitab al-Mustadrak dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa shalat isyraq adalah shalat awwabin. Dan shalat awwabin itu adalah sholat dhuha. Maka sesuai madzhab Syafii tidak boleh sholat dengan niat sholat isyraq.

Imam ar-Ramli rahimahullah seorang ulama besar mazhab Syafi’i menyebutkan sebagai berikut:

Ayahku (Syihabuddin ar-Ramli) berkata bahwa pendapat yang mu’tamad (diakui) dalam madzhab Syafi’i adalah bahwa sholat syuruq itu adalah sholat dhuha.

Imam Qalyubi dan Imam Umairah juga termasuk ulama besar mazhab Syafi’i ikut mengomentari mengenai shalat syuruq sebagai berikut:

Imam al-Qalyubi mengatakan bahwa sholat dhuha itu adalah sholat awwabin dan juga shalat isyraq. Pendapat ini adalah pendapat yang mu’tamad menurut Imam Ramli dan Imam az-Ziyadi. Imam Umairah juga berkata: imam al-Isnawi mengatakan bahwa sholat dhuha adalah sholat isyraq dalam pandangan kebanyakan ahli tafsir.

Syaikh Abu Bakr al-Bakri ad-Dimyati rahimahullah mengatakan hal yang sama dalam kitabnya I’anatu ath-Thalibin.

Perkataan Ibnu Abbas bahwa shalat syuruq adalah shalat dhuha merupakan pendapat yang mu’tamad dalam madzhab Syafi’i.

Syaikh Bin Baaz rahimahullah juga mengatakan bahwa sholat isyraq itu sholat dhuha.

Shalat isyraq itu adalah shalat dhuha di awal waktu dhuha. Yang afdhal adalah dikerjakan ketika matahari sudah meninggi dan sinarnya sudah menyengat.

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah juga mengatakan bahwa sholat isyraq itu shalat dhuha.

Waktu Pengerjaan

Sholat ini adalah sholat yang dikerjakan ketika matahari sudah terbit setinggi tombak. Kira-kira 15 menit setelah terbit. Ini disebut dengan sholat isyraq. Sebab sholat dhuha dikerjakan ketika matahari setinggi tombak. Afdhalnya dikerjakan di akhir waktunya dari pada di awal waktu. Intinya shalat dhuha adalah shalat isyraq.

Apa yang bisa kita simpulkan? Mayoritas ulama ternyata mengatakan bahwa sholat isyraq itu adalah shalat dhuha. Jadi niatnya harus niat sholat dhuha.

Diantara ulama yang mengatakan bahwa shalat isyraq itu bukan sholat dhuha adalah imam al-Ghazali dan syaikh Nawawi al-Bantani rahimahumallah. Shalat ini dilakukan secara khusus dengan niat sholat isyraq.

Syaikh Nawawi al-Bantani rahimahullah seorang ulama besar mazhab Syafi’i dalam kitabnya Nihayatuz Zain mengatakan sebagai diantara sholat sunnah adalah shalat isyraq. Yaitu 2 rakaat setelah matahari terbit dan naik. Niatnya adalah niat sholat isyraq. Pada rakaat pertama setelah membaca al -Fatihah lalu membaca surat ad-Dhuha. Dan pada rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah lalu membaca surat al-Insyirah.

Namun para ulama sama sama sepakat bahwa waktu yang afdhal untuk mengerjakannya adalah menunggu matahari naik hingga sinar panasnya menyengat. Walaupun boleh juga dikerjakan di awal waktu yang penting mataharinya sudah terbit.

Perbedaan Antara Isyraq & Dhuha

Lalu adakah perbedaan antara sholat isyraq dan sholat dhuha?

Dari segi tata cara niat atau tata cara pelaksanaan sebetulnya sama. Namun bedanya adalah soalat isyraq atau sholat dhuha yang pahalanya mendapatkan pahala seperti haji dan umrah itu ada syarat khususnya seperti shalat shubuhnya harus berjamaah dan berdzikir hingga matahari terbit.

Berbeda dengan sholat dhuha yang biasa kita lakukan. Mungkin kita soalat shubuhnya tidak berjamaah. Atau berjamaah namun tidak berdzikir lama sampai matahari terbit. Jika kita kemudian sholat dhuha maka kita tidak mendapatkan pahala haji dan umrah. Wallahu a’lam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *