Sejarah Kalender Islam: Penentuan Memulai Tahun dan Bulan Pertama

  • Whatsapp
kalender Islam
dok: IHRC

Kalender Islam atau yang dikenal kalender hijriyah memiliki sejarah yang unik. Bisa dibilang, penanggalan Islam adalah produk politik yang dikeluarkan pada zaman Sayyidina Umar menjabat khalifah. Dikatakan demikian, sebab memang motivasi terbentuknya penanggalan tersebut untuk kelancaran sistem kenegaraan saat itu.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan secara detail runutan kejadian lahirnya penanggalan hijriyah dalam kitabnya Fathul-Baari (7/268). Nama-nama bulan dalam penanggalan hijriyah itu sendiri menurut buku “Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi” karya Ahmad Zarkasih Lc., itu bukanlah wahyu. Bangsa Arab sejak zaman jahiliyah sendiri pun sudah memakai nama-nama itu; seperti Sya’ban, Ramadhan, Syawal dan yang lainnya.

Read More

Jadi, orang-orang sebelum Nabi lahir pun sudah mengenal nama Rabi’ al-Awwal dan juga Rabi’ al-Tsani atau juga Rajab serta Dzul-Hijjah. Artinya, nama-nama itu telah ada dan dipakai oleh orang Jahiliyah. Jadi bukan hanya khusus orang Islam saja.

Masukan Abu Musa al-Asyari

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menceritakan bahwa setelah 2,5 tahun menjabat sebagai khalifah, Sayyidina Umar mendapat kiriman surat dari salah satu gubernurnya, yaitu Abu Musa al-Asy’ari. Sang gubernur itu mengaku kebingungan karena banyak surat sayyidina Umar yang datang ke dirinya tapi tidak ada tanggalnya.

Dalam rak gubernur terdapat banyak surat yang membuat Abu Musa al-Asy’ari itu bingung untuk menentukan surat mana yang baru dan mana surat yang lama. Bingung mana perintah terbaru dan mana perintah sudah usang. Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada Sayyidina Umar untuk membuat sebuah penanggalan agar tidak terjadi lagi kebingungan di antara gubernur-gubernurnya.

Mendapat aduan dan tersebut, akhirnya sayydina Umar memanggil semua staf dan orang pentingnya untuk berdiskusi. Mereka merumuskan dan memformulasikan sebuah penanggalan agar tidak lagi ada yang kebingungan. Selain itu juga, penanggalan akan memudahkan kinerja para staf dan gubernur serta masyarakat luas.

Kapan Memulai Tahun?

Terbukti, surat yang dikirimkan oleh Abu Musa al-Asy’ariy bisa mengambil perhatian para pejabat istana. Akhirnya mereka berkumpul di hadapan khalifah untuk membahas persoalan kalender ini. Mereka pun akhirnya sepakat dengan usulan gubernur untuk membuat kalender.

Setelah berdiskusi dan sepakat bahwa mereka harus memilik standardisasi penanggalan demi kemaslahatan, mereka pun berselisih dalam menentukan kapan tahun pertama itu dimulai.

Ada yang mengusulkan tahun pertama dimulai di tahun Gajah; di mana Nabi Muhammad SAW lahir. Ada juga memberikan usulan di tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW. Tak sedikit yang mengusulkan di tahun Nabi diangkat menjadi Rasul dimana wahyu pertama turun. Pun ada yang memberi pilihan bahwa tahun pertama itu di tahun hijrahnya Nabi ke Madinah.

Akhirnya Sayyidina Umar memutuskan untuk memulai tahun di tahun hijrahnya Nabi dari Mekkah ke Madinah atas usulan dan rekomendasi Sayyidina Utsman dan Ali r.a. Ia tidak memilih tahun kelahiran dan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul karena memang ketika itu juga mereka masih berselisih tentang waktu kapan tepatnya Nabi lahir, dan kapan wahyu pertama turun.

Sementara tahun wafatnya, Sayyidina Umar menolak menjadikannya permulaan tahun karena di tahun tersebut banyak kesedihan. Akhirnya beliau memilih tahun hijrahnya Nabi. Selain karena jelasnya waktu tersebut, hijrah juga dianggap menjadi pembeda antara yang haq dan yang batil. Dan menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah secara sembunyi-sembunyi.

Oleh sebab itulah kalender ini dinamakan kalender Hijriyah; karena yang menjadi acuan awalnya ialah hijrahnya Nabi Muhammad saw.

Sejatinya orang-orang terdahulu menamakannya at-Taqwim al-Qamari (Kalender Bulan), dinamakan Qamar (bulan) karena hitungan harinya berdasarkan putaran bulan, dan itu yang dilakukan oleh para bangsa Arab sejak ratusan dekade.

Apa Bulan Pertama di Tahun Hijriyah?

Perdebatan kembali memanas tentang bulan apakah yang menjadi awal bulan-bulan hijriyah.

Ada yang menawarkan bulan Rabi’ al-Awwal sebagai bulan pertama tahun Hijriyah karena bulan itu ialah bulan hijrahnya Rasul. Akan tetapi Sayyidina Umar justru memilih bulan Muharram untuk jadi bulan pertama pada susunan tahun Hijriyah. Alasannya, selain karena rekomendasi Sayyidina Utsman, ia memilih Muharram dengan alasan bahwa hijrah walaupun terjadi di bulan Rabi’ al-Awwal, akan tetapi muqadimah (permulaan) Hijrah terjadi sejak di bulan Muharram.

Ia mengatakan bahwa wacana hijrah itu muncul setelah beberapa sahabat membaiat Nabi, dan baiat itu terjadi di penghujung bulan Dzulhijjah. Semangat baiat itulah yang mengantarkan kaum muslim untuk berhijrah. Bulan yang muncul setelah Dzulhijjah ialah bulan Muharram. Karena itu beliau memilih Muharram sebagai bulan pertama di tahun Hijriyah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *