Pahala yang Dijanjikan bagi Ibu Keguguran

  • Whatsapp
keguguran
dok:liverpool health partner

Ada pahala yang dijanjikan bagi ibu yang keguguran. Keguguran memang peristiwa yang menyedihkan bagi seorang ibu. Apalagi jika buah hati yang telah dinantikan ternyata tak datang sesuai dengan yang diinginkan. Namun jika sudah menjadi kehendak Allah SWT, apa mau dikata.

Yang tersisa adalah kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian yang tidak mudah ini. Namun bagi ibu keguguran yang bisa melaluinya dengan baik, niscaya Allah SWT akan membalasnya dengan sebaik-baiknya balasan. Allah akan memberikan balasan sebagai berikut:

Read More

Mendapatkan Rumah Baitul Hamdi

Dalam kitab Sunan At-Tirmidzi bab keutamaan bersabar dan mengharapkan pahala atas musibah, disebutkan sebuah hadits yang menjadi kabar gembira bagi orang tua yang Allah
kehilangan buah hatinya.

Salah satu pahala yang dijanjikan untuk seorang yang baru ditinggal mati calon anaknya adalah dibuatkan rumah yang beralamat di surga dengan nama Baitul Hamdi atau rumah pujian.

Haditsnya adalah: Dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwasannya bersabda: Apabila anak seorang hamba meninggal, maka Allah berfirman kepada malaikat: “kamu telah mencabut (nyawa) hamba-Ku?”. Para malaikat menjawab: “ya”. Lalu Allah berfirman: “Kamu telah mencabut (nyawa) buah hatinya?”. Para malaikat menjawab: “Ya”. Maka allah berfirman: “Apa yang dikatakan hamba-Ku?”. Para malaikat menjawab: “Ia memuji- Mu dan bersabar mengharapkan pahala-berfirman: “Bangunkanlah Mu”. Lalu Allah rumah di surga untuk hamba- Ku, dan berilah nama bait al-Hamdi”.

Memberi Syafaat kepada Kedua Orang Tuanya

Ibnu Majah dalam kitab Sunannya bab bagi seseorang yang ditimpa musibah keguguran menyebutkan 3 hadits yang menunjukkan bahwa janin yang keguguran akan memberi syafaat bagi kedua orang tuanya.

Ketiga hadits itu adalah: dari [Abu Hurairah] ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Seorang bayi yang meninggal dalam kandungan ibunya mendahuluiku, sungguh lebih aku sukai dari seorang penunggang kuda yang mengawalku di belakangku. ” (HR. Ibnu Majah).

Dari Ali ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bayi yang meninggal dalam kandungan ibunya akan marah kepada Rabbnya jika Ia memasukkan kedua orang tuanya ke dalam neraka. Lalu dikatakan kepadanya, “Wahai bayi marah kepada Rabbnya, masukkanlah kedua orang tuamu ke dalam surga. ”Maka ia menarik keduanya dengan tali pusarnya hingga masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Hibban)

Dari Mu’adz bin Jabal, “Nabi Muhammad SAW, ‘Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh anak yang meninggal dalam kandungan ibunya akan menarik ibunyade ngan talinya pusar ke surga jika ia sabar.’” (HR. Ibnu Hibban).

Penghalang dari Neraka

Seorang anak yang meninggal, akan menjadi penghalang kedua orang tuanya dari api neraka. Sebagaimana hadits riwayat dari Ibnu Majah:

Dari Abdullah ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberikan (ditinggal mati) tiga anak laki-laki yang belum berumur baligh, maka mereka akan menjadi benteng penghalang baginya dari api neraka. ” Abu Dzar berkata, “Aku telah memberikan dua orang anak?” beliau bersabda: “Dan dua anak. ” Ubai bin Ka’b, tuannya ahli Qur’an, berkata, “Aku telah memberikan satu anak?” beliau bersabda: “Dan satu anak. ”

Imam An-Nawawi pernah mengatakan: “Meninggalnya salah satu anak seseorang, maka akan menjadi penghalang antara dirinya dan neraka, begitu pula janin yang keguguran”.

Menarik Orang Tuanya untuk Masuk ke Surga

Hadits shahih riwayat Imam Muslim menyebutkan bahwa anak yang meninggal sebelum baligh, akan menarik orang tuanya masuk surga. Sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim dan Abu Hurairah:

Abu Hassan, dia berkata: aku berkata kepada Abu Hurairah: “Telah meninggal dua orang putra saya, Adakah engkau bisa mengabarkan dari Rasulullah SAW dengan suatu hadits tentang orang yang telah meninggal dunia yang bisa membuat hati kami menjadi tenang? Abu Hurairah ra berkata: “Iya”. Rasulullah bersabda: Anak-anak kecil mereka adalah penghuni-penghuni kecil di surga. Salah seorang dari mereka menyambut Bapaknya -atau kedua orang tuanya- kemudian dia memegang pakaiannya -atau tangannya-seperti halnya aku memegang ujung pakaianmu ini, dia tidak akan meninggalkan orang tuanya sampai Allah memasukkannya dan orang tuanya ke dalam Jannah). (HR Muslim)

Diasuh oleh Nabi Ibrahim di Raudhah

Seorang anak kecil yang meninggal sebelum baligh, pernah dilihat oleh Nabi sedang bersama dengan Nabi Ibrahim di Raudhah. Sebagaimana hadits yang cukup panjang berkaitan dengan Isra’ dalam shahih Bukhari Mi’rajnya Nabi Muhammad dari Samurah bin Jundub:

Lalu kami mendatangi sebuah kebun yang secara merata berisi warna musim semi, diantara dua tepi kebun terdapat seseorang yang jangkung, yang nyaris aku belum pernah melihat manusia yang kepalanya memanjang di langit seperti itu, dan sekitar orang itu terdapat banyak anak-anak kecil yang pernah aku lihat. Saya bertanya; ‘Apa ini sebenarnya, mereka ini siapa?”

Adapun laki-laki jangkung dalam taman, ia adalah Ibrahim ‘alaihissalam, adapun anak-anak di sekitarnya adalah bayi yang mati diatas fitrah.” Lantas sebagian sahabat bertanya; ‘ya Rasulullah, juga anak orang-orang musyrik? ‘ Rasulullah SAW bersabda: ” Juga anak-anak orang-orang musyrik! (HR. Bukhari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *