Mandi Jumat: Hukum, Alasan dan Waktu Pelaksanaan

  • Whatsapp
mandi jumat
dok: unsplash

Mandi Jumat adalah salah satu aktivitas rutin yang dilakukan seorang muslim sebelum berangkat Jumatan.

Diambil dari buku Hukum Fiqih Seputar Hari Jumat karya Syafri Muhammad Noor Lc., Para ulama sepakat bahwa mandi besar di hari jumat itu disyariatkan, sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar:

Read More

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian menghadiri shalat Jum’at, maka hendaklah ia mandi.” (HR. Bukhari)

Yang jadi perdebatan di kalangan ulama adalah berkisar pada tiga poin:

Hukum Mandi Jum’at 

a. Sunnah

Mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum mandi besar di hari jumat adalah sunnah, tidak sampai pada derajat wajib. Diantara ulama yang menyatakan hal demikian adalah:

1) Alaudin Al-Hashkafi 

Dalam kitab Ad-Dur al-Mukhtar, beliau mengatakan:

Disunnahkan mandi besar untuk menunaikan shalat jumat

2) Az-Zurqani 

Ia juga menjelaskan dalam kitabnya yang menjadi syarh dari kitab Mukhtashar Khalil, bahwa hukum mandi besar adalah sunnah, ”Sunnah muakkadah untuk mandi besar bagi orang yang mau mengerjakan shalat jumat pada siang hari (setelah terbit fajar), dan tidak dibenarkan sebelum terbit fajar untuk meniatkannya”

3) Al-Khatib As-Syirbini

Disunnahkan untuk mandi besar bagi orang yang mau menghadiri shalat jumat, namun ada yang mengatakan bahwa disunnahkan untuk mandi besar bagi siapa saja, baik menghadiri atau tidak

4) Ibnu Qudamah Al-Maqdisi 

Dalam kitabnya Al-Mughni, beliau mengatakan:

Disunnahkan  untuk  mandi  bagi  yang  mau mengerjakan   shalat   jumat,  dan   menurut kebanyakan ulama bahwa hal itu bukanlah sebuah kewajiban”

Adapun dalil yang dipakai oleh mayoritas ulama ini adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Samurah bin Jundub ra:

“Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol.” (HR. Tirmidzi)

b. Wajib

Salah satu riwayat yang berasal dari imam ahmad bin hanbal menyatakan bahwa mandi dihari jumat itu hukumnya wajib. Pendapat ini dilandaskan pada sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Said Al -Khudri radhiyallahu ’anhu:

Mandi di hari Jum’at wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah (baligh).” (HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846).

Waktu Pelaksanaan Mandi Jum’at

Pertanyaan selanjutnya adalah berkaitan dengan waktunya, kapan dibolehkannya mandi besar pada hari itu?

Para ulama sepakat bahwa ketika mandi jumat dikerjakan setelah mengerjakan shalat jumat, maka ia tidak mendapatkan keutamaan pada hari itu.

Namun apabila mandinya dilakukan sebelum menunaikan shalat jumat, maka secara garis besarnya, ada tiga pendapat mengenai awal kebolehan untuk memulai mandi jumat:

a. Setelah Terbit Fajar Shadiq

Mayoritas ulama dari berbagai mazhab menyatakan bahwa kebolehan mandi besar untuk mendapatkan pahala sunnahnya adalah dimulai dari setelah terbitnya fajar shadiq pada hari jumat itu.

Secara mudahnya, fajar shadiq adalah awal masuknya waktu shalat subuh, yang mana keadaan langit sudah mulai agak terang di ufuk secara merata.

Jadi, misalkan mandi jumatnya dilakukan setelah menunaikan shalat subuh, lalu ia pergi ke kantor atau sekolah atau tempat lainnya, maka perbuatannya tersebut sudah dianggap mendapatkan keutamaan.

Tapi apabila mandinya dikerjakan saat jam tiga malam waktu setempat, maka hal itu belum dibenarkan oleh mayoritas ulama, karena pada saat itu sang fajar belum nampak, jangankan fajar shadiq, fajar kadzib pun belum waktunya untuk muncul pada jam segitu.

Namun meskipun diperbolehkan untuk mandi jumat dari sejak terbitnya fajar, ternyata para ulama syafiiah memberikan perincian yang lebih, yaitu afdhalnya mandi jumat itu dilakukan ketika hendak pergi ke masjid. Jika tidak memungkinkan, maka diperbolekan untuk mandi sebisanya, asalkan waktunya adalah setelah terbitnya fajar. Jika untuk mandi pun juga tidak bisa, maka dianjurkan untuk tayammum sebagai pengganti dari mandi jumat itu.

Imam nawawi menjelaskan dalam kitabnya Minhaju At-Thalibin:

Dan waktu mandinya adalah setelah terbit fajar, dan mandi mendekati keberangkatannya menuju masjid itu lebih baik, jika tidak mampu (untuk mandi), maka dalam pendapat yang paling benar adalah hendaknya bertayammum.

b. Boleh Sebelum Fajar Shadiq

Dinukil dari kitab Al-Mughni, bahwa Imam Al-Auza’I menyatakan pendapatnya bahwa mandi jumat yang dilaksakan sebelum terbit fajar itu dibolehkan.

c. Mendekati Berangkat Sholat Jumat

Pendapat yang ketiga adalah ketika seseorang mau berangkat untuk menunaikan shalat jumat, maka ia disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu, karena yang menjadi penyebab disyariatkan mandi jumat adalah supaya ketika menghadiri shalat jumat itu, ia tidak menyebarkan aroma badan yang tak sedap untuk dicium.

Sebagai contoh, misalkan ia mau berangkat ke masjid jam sepuluh, maka mandinya dilakukan beberapa saat sebelum berangkat, misalkan jam setengah sepuluh, atau jam sembilan.

Adapun jika mandinya dilakukan setelah menunaikan shalat subuh, lalu pergi untuk bekerja terlebih dahulu sampai keluar peluh keringat yang membasahi tubuhnya, kemudian ketika sudah jam setengah dua belas siang, ia baru berangkat ke masjid, maka mandi jumat itu tidak sah.

Ibnu Qudamah menyatakan dalam kitabnya Al-Mughni bahwa yang berpendapat demikian adalah Imam Malik.

Alasan Mandi Jum’at

Yang menjadi akar permasalahannya adalah adanya pensyariatan mandi jumat itu karena momentum hari jumat? atau karena untuk ibadah shalat jumatnya?

a. Shalat Jum’at

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa yang menjadi penyebab disyariatkannya mandi jum’at adalah karena pada saat itu ada syariat untuk menunaikan shalat jumat.

Maka konsekuensi hukumnya adalah bagi orang yang tidak punya kewajiban untuk menunaikan shalat jumat seperti wanita, atau anak kecil, dan lain.

sebagainya, mereka semua tidak dituntut untuk melakukan mandi jum’at. Karena anjuran ini diperuntukkan bagi orang yang mau mengerjakan shalat jum’at.

Ada sebuah hadits yang berbunyi:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya hari ini (Jum’at) Allah menjadikannya sebagai hari raya bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jum’at hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian, maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah)

b. Momentum Hari Jum’at

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa latar belakang adanya syariat mandi jum’at adalah karena momentum hari jumat itu sendiri. Dimana hari jumat, selain ada khutbah Jumat, adalah hari yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala. Dalam sebuah hadits disebutkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda pada suatu jumat: “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya hari ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah sebagai hari raya untuk kalian. Karena itu, mandilah dan kalian harus bersiwak.” (HR. Tabrani).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *