Hukum Membaca Alquran di Kuburan

  • Whatsapp
alquran di kuburan
dok: ABC News

Hukum membaca Alquran di kuburan masih menjadi perdebatan di kalangan muslim. Baik di dunia maya maupun dunia nyata. Alhasil banyak di antara kita yang dulunya menjadikan aktivitas itu menjadi kebiasaan mendadak jadi. Kita pun diliputi kekhawatiran apa yang dilakukan selama ini adalah dosa.

Berikut pendapat dari ulama 4 mazhab terkait dengan masalah membaca Alquran di kuburan seperti yang dijelaskandalam buku “Antara Kita, Jenazah dan Kuburan” karya Ahmad Zarkasih Lc..

Read More



Makruh

Ulama-ulama dari kalangan al-Malikiyah memandang bahwa pekerjaan membaca al-Qur’an di kuburan untuk si mayit yang dikhususkan atau diratakan untuk seluruh mayit yang ada dipemakaman tersebut, tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat.

Dijelaskan bahwa tidak ada riwayat yang tersurat yang menyatakan bahwa Nabi SAW. dan para sahabat sibuk ke pemakaman untuk membaca al-Quran. Itu tidak ada contohnya.

Namun demikian, ulama-ulama di masa Imam Malik r.a. hidup justru banyak melakukan hal tersebut. Dan seperti sudah menjadi kesepakatan bahwa membaca al-Qur’an di kuburan itu sesuatu yang tidak terlarang bahkan dianjurkan.

Meski tidak adanya contoh dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, akan tetapi dijadikan sesuatu yang dianjurkan oleh ulama di masanya, membuat Imam Malik berhati-hati. Oleh sebab itu ia menghukumi itu sebagai sesuatu yang makruh.

Boleh dilakukan dengan catatan. Namun lebih baik sekali jika itu ditinggalkan. Dan cukuplah membaca al-Qur’an di rumah dan menghadiahkannya kepada mayit.

Dianjurkan

a. Anjuran Baca Yasin untuk Mayit


Dari Ma’qil bin yasar, Rasululllah SAW bersabda: “Bacalah untuk mayyit kalian surat Yasin” (HR. Abu Daud, al-Nasa’i)

Ini adalah pendapat jumhur ulama dari 4 madzhab fiqih muktamad selain al-Malikiyah; al-Hanafyah, al-Syafi’iyyah dan al-Hanabilah. Bahwa membaca al-Quran di kuburan itu ibadah yang boleh dan dianjurkan.

Rasulullah SAW menganjurkan kita membaca surat Yasin untuk mayit; karena itu bisa menjadi penolong untuknya di alam kubur sana.

Tidak ada satu kalimat pun di dalam hadits tersebut tentang batasan, bahwa mambacanya itu di rumah,. Tidak juga ada batasan sebelum atau sesudah dimakamkan.

Kalimat hadits tersebut mutlak tidak terbatas. Karena tidak adanya batasan, menjadikannya argumen untuk anjuran membaca al-Quran di kuburan tidak salah.

b. Nabi Pernah Shalat di Kuburan

Dari Abu Huraira r.a.: “ada laki -laki atau wanita hitam yang menjadi tukang sapu di masjid, dan beliau meninggal. Lalu Nabi Muhammad SAW bertanya tentangnya, dan para sahabat mengatakan tukang sapu itu sudah meninggal. Nabi Muhammad SAW pun bertanya kenapa beliau tidak diberitahu, ‘tunjukkan aku kuburannya!’, beliau Muhammad SAW mendatangi kuburannya dan shalat di situ” (HR al-Bukhari)

Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat jenazah di kuburan tukang sapu Masjid. Lalu semua sepakat bahwa di dalam shalat jenazah tersebut ada bacaan al-Qur’an; yakni surat al-Fatihah. Artinya Nabi Muhammad SAW membaca bagian dari al-Quran di kuburan.

Bila seandainya, membaca al-Qur’an itu terlarang dan tidak boleh di kuburan, pastilah Rasulullah SAW menolak untuk mendatangi kuburannya dan shalat di situ. Rasulullah SAW cukup mengerjakan shalat ghaib saja di masjid, tanpa harus ke kuburan.

c. Nabi Tanam Daun Basah di Kuburan

Dari Ibnu ‘Abbas r.a., Rasulullah SAW melewati 2 kuburan, kemudian dia berkata: “Penghuni 2 kuburan ini sedang diazab; yang satu karena tidak bersuci setelah kencing, dan yang satunya karena selalu namimah (adu domba)”., kemudian Muhammad SAW mengambil daun basah dan membelahnya menjadi 2 lalu Muhammad SAW menanamnya di masing-masing kuburan tersebut lalu berkata: “semoga keduanya diringankan azabnya selama daun itu basah”. (HR al-Bukhari)

Salah seorang ulama kenamaan dari mazhab al-Hanabilah; Imam al-Buhuty dalam kitabnya Kasysyaf al-Qina’ menjelaskan terkait itu:

Kalau saja keringanan dzab itu bisa diharapkan dengan tasbihnya daun (al-Isra 44), maka lebih utama dengan bacaan qur’an. (Imam al-Buhuty,. Kasysyafu al-Qina’ (5/7)

Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan menaruh daun yang basah di atas kuburan itu adalah sebagai wasilah agar Allah memberikan keringanan azab-Nya terhadap penghuni kuburan itu. Dijadikannya wasilah yang meringankan azab karena memang daun itu bertasbih.

Allah SWT berfirman: “Segala sesuatu itu kecuali bertasbih kepada Allah s.w.t. akan tetapi kalian tidak mengerti bagaimana tasbih mereka” (QS. Al-Isra:44)

Bila tasbih saja bisa meringankan azab, dan ia adalah bagian kecil dari lafaz-lafaz zikir kepada Allah, apalagi dengan sebaik-baik zikir; yakni al-Qur’an?

Karenanya wajar sekali jika mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkan untuk membacakan al-Qur’an kepada mayit di kuburan; sebab itu sangat bisa membantunya di dalam kubur.

Pendapat 4 Imam Mazhab

a. Mazhab al-Hanafiyah

Tak mengapa membaca al-Qur’an di kuburan, dan bisa jadi itu lebih afdal dari tempat-tempat lain, dan Allah SWT bisa meringankan –karena dibacakan- azabnya bagi ahli kubur, atau bahkan menghilangkannya –azab- ketika pelayat berdoa dan membacakan al-Qur’an. Dalam hal ini ada atsar ‘siapa yang datang ke kuburan lalu membaca surat Yasin, Allah SWT. ringankan azabnya hari itu. Dan bagi yang membaca mendapat kebaikan sejumlah mayit yang dihadiahkan’ ..” (al- Bahru al-Raiq Syarhu Kanz al-Daqaiq 2/210)

b. Mazhab al-Malikiyah

Dimakruhkan membaca al-Quran setelah kematian di kuburannya, karena itu bukanlah pekerjaan para salaf. Akan tetapi ulama
mutaakhirin (belakangan) membolehkan membaca al-Quran dan zikir lalu menghadiahkan pahalanya untuk mayit, dan ia mendapatkan pahalanya insyaAllah, dan ini adalah mazhabnya orang-orang shalih dari kalangan ahl al-Kasyf.”
(Imam Ahmad al-Dardir – Hasyiyah al-Dusuqi ‘ala al-Syarhi al-Kabir 1/423)

c. Mazhab al -Syafi’iyyah

Dan dianjurkan memberi salah bagi peziarah kuburan muslim, tapi diharamkan jika itu kuburan kafir, dan dianjurkan menghadap kuburan tersebut ketika membaca al-Qur’an dan berdoa, dan hendaknya berdiri serta mengangkat tangannya ketika berdoa ke langit. Serta membaca sesuatu dari al-Quran dan menghadiahkan pahalanya untuk mayit (yang ada di depannya) atau untuk semua mayit yang di kuburan tersebut, sebagaimana telah nyata dari salag bahwa siapa yang membaca surat al-ikhlas 11 kali dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, diampuni dosanya sebanyak mayit di kuburan tersebut. Dan ulama salaf meriwayatkan dari sayyidina Ali r.a., bahwa ia (yang membaca di kuburan) diberikan pahala sebanyak jumlah mayit”. (Ahmad al-Qalyubiy – Hasyiyah al-Qalyubiy wa ‘Amirah 1/412)

d. Mazhab al-Hanabilah

Tak dimakruhkan membaca al-quran di kuburan sebagaimana riwayat Anas secara marfu’: ‘siapa yang datang ke kuburan lalu membaca surat Yasin, Allah SWT meringankan azabnya hari itu. Dan bagi yang membaca mendapat kebaikan sejumlah mayit yang dihadiahkan.’ Dan telah benar adanya diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau berwasiat jika dikuburkan, untuk dibacakan di kuburnya pembuka surat al-Baqarah dan penutup surat tersebut.” (Imam al-Buhutiy – al-Raudh al-Murbi’ 1/191)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *