Agar Anak Mengikuti Perintah Orangtua, Ini 5 Caranya!

  • Whatsapp
si kecil mendengarkan arahan orangtua

Agar anak mengikuti perintah orangtua, ada lima caranya. Memberikan perintah anak memang tidak selalu mendapatkan respons balik yang bagus. Kadang sering dijawab “Ntar lagi!” atau malah sama sekali tidak mendengarkan arahan orangtua.

Hal seperti ini menjadi episode yang dramatis dan pasti bikin orangtua kadang jadi frustasi. Tidak sedikit ayah bunda yang akhirnya angkat bendera putih. Menyerah lalu merapikan apa yang diberantakin si Kecil.

Read More

Kalau begini terus, bahkan terlalu sering arahan ayah bunda tidak didengarkan, ada baiknya memang perlu koreksi diri. Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar si Kecil mendengarkan arahan orangtua:

1. Jangan terlalu banyak perintah

Terlalu memberikan banyak perintah justru malah membuat anak menjadi makin bingung. Tadi begini kok sekarang begitu.

Sebaiknya berikanlah arahan untuk hal-hal yang penting saja. Cobalah untuk mengarahkan sesuatu dengan cara yang tidak biasa ayah bunda Iakukan.

Misalkan ,”Melon warna hijau ya, kalau pisang warna kuning”. Hal ini dilakukan agar anak bebas berkreasi.

2. Jangan memerintah dengan bernada marah

Memilih kata-kata dan intonasi saat memberikan arahan itu sangat penting dan perlu diperhatikan.

Usahakan jangan bicara dengan kalimat, “Ayo cepat, mandi sekarang ya!”. Kalimat seperti ini bergaya memerintah dan cenderung seperti atasan ke bawahan.

Coba kalimat arahannya diganti dengan kalimat lain yang lebih seru, enak didengar dan sambil bercanda. “Eh, Dik. Yuk, Thomas (nama mobil) kita cuci pakai sabun  yuk!”

Baca juga: 8 Cara Mendapatkan Uang dari Internet Terbaru 2020

3. Mengulang-ulang arahan tapi tidak ada konsekuensi

Seharusnya ada batasan waktu (deadline) yang jelas ketika memberikan arahan sesuatu.

Contoh kasusnya ketika anak asyik nonton tayangan kesukaaannya di gawai.

“Waktunya sudah habis ya. Bunda kasih waktu 5 menit untuk kakak

matikan YouTubenya ya”.

Setelah lima menit tapi belum dilaksanakan juga, bisa diingatkan kembali dengan kalimat seperti ini:

“Satu menit lagi tolong matikan YouTubenya ya, sayang. Kalau nggak, besok nggak dikasih waktu buat nonton ya”.

Setelah satu menit belum juga dimatikan gawainya, dengan tegas minta gawainya dan besoknya konsekuen tidak memberikan waktu buat nonton dan memegang gawai.

4. Orangtua Tidak Tegas pada Konsekuensi

Jika orangtua berkata, “Segera gosok gigi”, namun ortu tidak melakukan apa pun saat anak  tidak berusaha menyikat giginya, si Kecil akan belajar bahwa dia tidak perlu mendengarkan arahan ortunya. 

Mengatakan hal-hal seperti, “Bunda nggak akan mengulangi lagi, ayo segera gosok gigi”, tanpa konsekuensi yang nyata, juga tidak cukup membantu.

Tindak lanjuti dengan konsekuensi setiap kali si Kecil tidak mematuhi arahan “jika… maka”.  Singkirkan gawai atau mainannya untuk hari itu atau beri tahu dia bahwa dia akan tidur lebih awal, pastikan ada konsekuensi yang akan memotivasinya untuk menindaklanjuti instruksi ortu di lain waktu.

5. Orangtua Tidak Menawarkan Penguatan Positif

Tanpa perhatian positif dan penguatan positif, si Kecil mungkin kehilangan motivasi untuk mendengarkan perintah ortunya.  Meskipun orangtuanya tidak perlu menghadiahi untuk setiap tugas yang dia selesaikan, atau menawarkan jalan-jalan setiap kali dia meletakkan piringnya di wastafel.

Berikan pujian untuk kepatuhannya mendengarkan arahan.  Coba ucapkan, “Anak sholeh hebat, mematikan TV tepat waktu”  atau “Terima kasih, sholehahku. Sudah mandi pagi.”  Afirmasi ini memperkuat perilaku yang baik dan mendorong si Kecil untuk terus mendengarkan arahan orangtua dengan senang hati.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *